Sepi
Senyap Dalam Kerumunan
Sendiri bagai
dunia ini tak bertuang, hingga aku seorang diri. Sempat takut dengan
kesendirian karena alasan yang tak menentu. Hingga akhirnya aku memutuskan
bergantung dengan kehidupan diluar seolah kesendirian hal yang sangat miris.
Kadang sepi menyelimuti ku ditengah kerumunan orang. Hingga akhirnya ku merasa
hidupku seperti berada didalam penjara didalam hanya aku seorang diri. Sedang merundu pilu dan
kegelisaan yang tak berujung, keresahan hati gunda. Mungkin sedang merindukan dia
yang disebrang sana. Ketika itu masi bersama. Hingga akhirnya kebersaman itu
akan berubah menjdi sejarah yang hanya dikenang.
Hati
seolah menggelinding ketika suasan indah menjadi kenangan, pilu melara dalam
jiwa yang serentak itu menjdi tak berdaya nadi, seakan berhenti, ketika kau
mengatakan “perjalanan ku ini adalah perjuangan untuk kehidupanku, entah jika
Tuhan masi memberiku hadiah kesmbuhan maka kita akan bertemu di tempat semasa
kita selalu bersama”. Detak jantung ini seakan berhenti seolah menjemput maut
ketika mendengar kata yang menggelitik pikiran. Sembari air mata bercucuran
bagai anak anak yang dinujumkan ketanah. Dengan paksa dan suara tersendak
keluar dari mulut “ku doakan engkau kesembuhan berpihak padamu dan kau kan bahagia
denga pujaan hatimu itu”. Harapan dan kenyataan tak bersesuaian
Hal
sedemikian ini tak perna kulalui sebelumnya, malam ditemani oleh hujan. Aku
bersama kesunyiana sembari menikmati suasana malam dengan senyap sepi. Hanyalah
sebagai, pengganti kegembiraan. Sebab kegembiraan saat ini sedang menemani
orang-orang yang telah dipuaskan dengan kesunyian. Sepertinya aku harus
menerimah kehidupan saat ini. Peran
cinta sangat merasuk pikiran ku. Dan sesungguhnya baru kuketahui hakikat cinta
sebenarnya. Dalam pikiranku terlintas jika kau telah berjodoh dengan dia
biarkanlah aku memiliki sebagian dari kehidupan yang, setidaknya aku bagai
dirimu menjalankan hidupku seperti
dirimu. Itu sudah cukup bagiku
Terimah
kasih sunyi telah mengajariku kedewasaan, untukmu terimah kasih juga relah
banyak belajar darimu, kau sungguh baik bagai sosok yang dermawan datang dari khyangan. Teringat suatu kisah
pengeran khyangan yang datang dari
langit dan mengajari kehudupan yang bermakna terhadap sang gadis nan ayu. Walau
begitu pangeran langit kembali keasalnya seraya telah memiliki kekasih
dikhyangan. Yang tak lama lagi ai nikahi, dan gadis ayu itu tak putus asa biarpun telah
meneruh cintan terhadapnya. Alhasil gadis ayu itu hidup bersama sesok lelaki
yang telah dicintainnya.
Sesungguhnya kita siap menerimah
kenyataan biarpun tak sesuai dengan keinginan. Mungkin Tuhan memiliki rencana
lain yang jauh lebih baik. Hingga akhirnya mencintaimu adalah kebahagiaan kau
terlalu baik bagiku, kau terlalu indah bagiku, kau terlalu dermawan hingga
kepergianmu membuatku seperti “sepi senyap dalam kerumunan” yang telam
membawaku dalam memori sejarah kisah kasih yang memang mengesankan. Biarpun kau
hanyalah teman hidup sementara tapi aku bersyukur telah banyak ku pelajari
tentang, , cara mengayomi kehidupan yang berliku lara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar