Senin, 18 April 2016

cerpen-cerpen thatybalasteng

Sepi Senyap Dalam Kerumunan
Sendiri bagai dunia ini tak bertuang, hingga aku seorang diri. Sempat takut dengan kesendirian karena alasan yang tak menentu. Hingga akhirnya aku memutuskan bergantung dengan kehidupan diluar seolah kesendirian hal yang sangat miris. Kadang sepi menyelimuti ku ditengah kerumunan orang. Hingga akhirnya ku merasa hidupku seperti berada didalam penjara didalam hanya  aku seorang diri. Sedang merundu pilu dan kegelisaan yang tak berujung, keresahan hati gunda. Mungkin sedang merindukan dia yang disebrang sana. Ketika itu masi bersama. Hingga akhirnya kebersaman itu akan berubah menjdi sejarah yang hanya dikenang.
Hati seolah menggelinding ketika suasan indah menjadi kenangan, pilu melara dalam jiwa yang serentak itu menjdi tak berdaya nadi, seakan berhenti, ketika kau mengatakan “perjalanan ku ini adalah perjuangan untuk kehidupanku, entah jika Tuhan masi memberiku hadiah kesmbuhan maka kita akan bertemu di tempat semasa kita selalu bersama”. Detak jantung ini seakan berhenti seolah menjemput maut ketika mendengar kata yang menggelitik pikiran. Sembari air mata bercucuran bagai anak anak yang dinujumkan ketanah. Dengan paksa dan suara tersendak keluar dari mulut “ku doakan engkau kesembuhan berpihak padamu dan kau kan bahagia denga pujaan hatimu itu”. Harapan dan kenyataan tak bersesuaian
Hal sedemikian ini tak perna kulalui sebelumnya, malam ditemani oleh hujan. Aku bersama kesunyiana sembari menikmati suasana malam dengan senyap sepi. Hanyalah sebagai, pengganti kegembiraan. Sebab kegembiraan saat ini sedang menemani orang-orang yang telah dipuaskan dengan kesunyian. Sepertinya aku harus menerimah kehidupan  saat ini. Peran cinta sangat merasuk pikiran ku. Dan sesungguhnya baru kuketahui hakikat cinta sebenarnya. Dalam pikiranku terlintas jika kau telah berjodoh dengan dia biarkanlah aku memiliki sebagian dari kehidupan yang, setidaknya aku bagai dirimu  menjalankan hidupku seperti dirimu. Itu sudah cukup bagiku
Terimah kasih sunyi telah mengajariku kedewasaan, untukmu terimah kasih juga relah banyak belajar darimu, kau sungguh baik bagai sosok yang dermawan datang dari khyangan. Teringat suatu kisah pengeran khyangan yang datang dari langit dan mengajari kehudupan yang bermakna terhadap sang gadis nan ayu. Walau begitu pangeran langit kembali keasalnya seraya telah memiliki kekasih dikhyangan. Yang tak lama lagi ai nikahi, dan  gadis ayu itu tak putus asa biarpun telah meneruh cintan terhadapnya. Alhasil gadis ayu itu hidup bersama sesok lelaki yang telah dicintainnya.
Sesungguhnya kita siap menerimah kenyataan biarpun tak sesuai dengan keinginan. Mungkin Tuhan memiliki rencana lain yang jauh lebih baik. Hingga akhirnya mencintaimu adalah kebahagiaan kau terlalu baik bagiku, kau terlalu indah bagiku, kau terlalu dermawan hingga kepergianmu membuatku seperti “sepi senyap dalam kerumunan” yang telam membawaku dalam memori sejarah kisah kasih yang memang mengesankan. Biarpun kau hanyalah teman hidup sementara tapi aku bersyukur telah banyak ku pelajari tentang, , cara mengayomi kehidupan yang berliku lara.